Profil Pusat Studi

LATAR BELAKANG

Kebutuhan masyarakat akan pemanfaatan teknologi nuklir saat ini telah meningkat dengan adanya penemuan-penemuan berkaitan dengan teknologi nuklir.  Misalnya, Masyarakat telah terbiasa dengan penggunaan alat kedokteran nuklir. Akan tetapi masyarakat masih belum memiliki pemahaman yang holistik mengenai teknologi nuklir.  Sampai saat ini pemahaman masyarakat mengenai teknologi nuklir masih terbatas pada penggunaan nuklir untuk tujuan non damai dan bahaya radiasi.  Padahal sampai saat ini, dunia internasional telah melarang pemanfaatan nuklir untuk tujuan non damai, dan dengan adanya perkembangan nuclear industry, serta penemuan-penemuan teknologi terbaru berkaitan keamanan penggunaan nuklir telah membuat pemanfaatan teknologi nuklir lebih aman.  Selain itu masyarakat nuklir internasional yang tergabung dalam Internasional Atomic Energy Agency menjadi wadah dibentuknya perjanjian-perjanjian internasional berkaitan dengan pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai, keamanan penggunaan teknologi nuklir dan jaminan perlindungan kecelakaan nuklir.  Oleh karena itu, Indonesia sebagai anggota IAEA ikut terus mengembangkan selain teknologi nuklir untuk tujuan damai, juga melakukan pembaharuan terhadap hukum dan kebijakan yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi nuklir.  Akan tetapi pada tahap implementasi pada masyarakat, masih kurangnya pemahaman masyarakat akan hal tersebut.

Universitas Airlangga, sesuai dengan visinya  menjadi pelopor pengembangan ilmu pengetahuan, mendirikan pusat studi kebijakan nuklir nasional yang pertama di Indonesia, dengan nama Pusat Studi Regulasi dan Manajemen Teknologi Nuklir.

Pusat studi ini  didirikan untuk mewadahi penelitian interdisipliner yang berkaitan dengan penggunaan teknologi nuklir serta pusat regulasi dan manajemen penggunaan teknologi nuklir Indonesia. Selain itu pusat studi ini dapat menjadi one stop shopping bagi para pelaku industri nuklir nasional dan bahkan regional dan internasional, untuk mendapat informasi dan pembaharuan berkaitan dengan regulasi teknologi nuklir.

Dengan didukung oleh staff dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda yang ada di masing-masing Fakultas yang ada didalam naungan Universitas Airlangga, seperti Hukum, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Ekonomi dan Bisnis, Kedokteran Hewan, Sains dan Teknologi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi, serta Perikanan dan Kelautan, maka pusat studi ini nantinya akan menghasilkan luaran-luaran penelitian yang memandang isu-isu nuklir secara komprehensif dan menyeluruh dari berbagai sudut pandang keilmuan yang berbeda.

TUJUAN PUSAT STUDI REGULASI DAN MANAJEMEN TEKNOLOGI NUKLIR

Terdapat 6 Tujuan Pusat Studi Regulasi dan Manajemen Teknologi Nuklir:

  1. Sebagai institusi yang memfasilitasi penelitian para ahli di berbagai bidang yang berkaitan dengan penggunaan energi dan teknologi nuklir, atau adanya pusat pengelolaan pengetahuan berkaitan dengan regulasi dan manajemen teknologi nuklir di Indonesia
  2. Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang teknologi nuklir, masyarakat dan pemerintah
  3. Studi Manajemen dan regulasi penggunaan teknologi nuklir
  4. Menjebatani kewenangan pemerintah dalam mengatur penggunaan teknologi nuklir dan masyarakat. Contohnya menjembatani badan Nuklir Indonesia Batan, Bapeten dan pengguna teknologi nuklir seperti rumah sakit, dalam pengelolaan dan penggunaan teknologi nuklir (radionuklitida). Selain itu juga pusat studi ini menjadi penghubungan antara pemerintah dan pihak swasta atau para pelaku industri nuklir.
  5. Pusat studi ini memiliki manfaat dalam membangun penerimaan masyarakat berkaitan dengan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai dan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
  6. Hal yang utama dari manfaat pusat kajian ini adalah adanya advokasi tanggung jawab dan tanggung gugat bagi dampak buruk penggunaan teknologi nuklir, serta manajemen limbah radioaktif dan nuklir.