Focus Group Discussion : “Mahasiswa Pemegang Peran Penting dalam Perkembangan Pengetahuan di Indonesia”

Gambar 1. Para pembicara, Dr. Intan Innayatun Soeparna, S.H., M.Hum. dan Dr. Anggraini Dwi S., dr.SpRad(K), serta moderator, Mohamad Iqbal J.R., S.H.

 

Kamis, 18 Oktober 2018 telah diselenggarakan Focus Group Discussion oleh Pusat Studi Nuklir Universitas Airlangga yang bertempat di Ruang Gondowardoyo Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Acara ini merupakan kegiatan tahunan Pusat Studi Nuklir Universitas Airlangga yang pada tahun ini mengangkat tema “Diseminasi Ketenaganukliran dan Pemanfaatan Energi Nuklir untuk Indonesia Berdaya Saing Global”.

Acara Focus Group Discussion ini mengundang dua pembicara, yakni Dr. Anggraini Dwi S., dr.SpRad(K) yang merupakan dosen radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Dr. Intan Innayatun Soeparna, S.H., M.Hum. selaku Ketua Pusat Studi Nuklir Universitas Airlangga. Kegiatan ini dimoderatori oleh Mohamad Iqbal JR, S.H. yang juga alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga.  Sesuai tema yang diangkat, terdapat dua topik yang dibahas pada acara kali ini, yakni materi mengenai aplikasi IPTEK nuklir di bidang kesehatan yang disampaikan oleh Dr. Anggraini Dwi S., dr.SpRad(K) dan materi mengenai kebijakan dan pengaturan terkait kegiatan ketenaganukliran di Indonesia oleh Dr. Intan Innayatun Soeparna, S.H., M.Hum.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.15 WIB oleh MC dan dibuka oleh Ketua Pusat Sttudi Nuklir Universitas Airlangga. Materi pertama yang disampaikan oleh Dr. Anggraini Dwi S., dr.SpRad(K) mengenai aplikasi IPTEK nuklir di bidang kesehatan dimulai pada pukul 09.24 WIB. Materi langsung dilanjutkan oleh pemateri kedua yakni Dr. Intan Innayatun Soeparna, S.H., M.Hum. yang membahas mengenai kebijakan dan pengaturan terkait kegiatan ketenaganukliran di Indonesia. Masing-masing materi disampaikan selama tiga puluh menit.

Gambar 2. Salah satu peserta dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi

 

Sesuai dengan jenis kegiatan, maka sesi diskusi langsung dibuka setelah materi selesai disampaikan. Dibuka dua sesi diskusi dimana masing-masing sesi diberikan waktu tiga puluh menit tanpa batasan berapa partisipan yang bertanya atau menyatakan pendapatnya. Peserta diskusi terlihat antusias mengikuti acara ini, hal ini terlihat dari banyaknya penanggap dan penanya. Pertanyaan yang dilontarkan oleh partisipan bermacam-macam bidangnya, misalnya saja mengenai aturan penggabungan yang berkaitan dengan peraturan ketenaganukliran apakah malah menghambat pemanfaat tenaga nuklir, lalu ada juga yang bertanya mengenai apakah dimungkinkan kedokteran nuklir sebagai alat bukti dalam kedokteran kehakiman, ada juga yang menanyakan peluang terjadinya meltdown di Indonesia dan adakah treatment khusus apabila hal itu terjadi. Tanggapan yang dilontarkan juga beraneka macam, ada yang berpendapat bahwa mahasiswa pemegang peran penting dalam perkembangan pengetahuan di Indonesia, lalu juga ada yang berpendapat bahwa aturan mengenai Ketanaganukliran sekarang haruslah diubah, karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan yang ada. Tenaga nuklir patut dipertimbangkan sebagai energi alternatif di Indonesia, hal ini dikarenakan apabila terus menerus menggunakan energi batu bara, maka sumber daya itu dapat cepat habis.

Gambar 3. Para peserta foto bersama dengan para pembicara dan moderator

 

Focus Group Discussion ditutup dua jam lima belas menit kemudian, yakni 11.30 WIB dengan pemaparan kesimpulan oleh moderator, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada pemenang National Essay Competition yang telah diadakan sebelum acara Focus Group Discussion digelar.

(Written by Hach Dhini Sekarwangi)

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.