Nuklir Sebagai Energi Pedang Bermata Dua

oleh: Sarah Amalia Nursani – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga

Kesimpulan

  1. Instrumen hukum internasional terkait ketenaganukliran dinilai cukup mengakomodasi baik itu dari aspek keselamatan (safety), keamanan (security), pengawasan (safeguards), dan pertanggungjawaban kerugian (liability). Pembentukan badan pengawas nuklir internasional juga telah dilakukan sehingga penyalahgunaan nuklir sebagai senjata ancaman dapat diminimalisir. Selain itu setiap negara yang menjadi peserta konvensi IAEA memiliki badan pengawas nasional masing – masing. Bahkan di Indonesia dibentuk pula BATAN yang bertugas melakukan riset terkait energi nuklir sehingga penelitian energi nuklir tidak bisa dilakukan oleh sembarang pihak sehingga keamanan lebih terjamin.
  2. Meskipun dari sisi hukum telah menjamin, menggunakan energi nuklir sebagai salah satu energi alternatif masih memerlukan pengkajian lebih lanjut karena mengingat energi nuklir merupakan energi yang memiliki dampak negatif yang paling berbahaya dibandingkan sumber energi lain.

Baca artikel lengkapnya di: Sarah Amalia N._Nuklir sebagai Energi Pedang Bermata Dua

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.