Nuklir : Pedang Bermata Dua

Disusun oleh: Raden Adi Prasetyo | Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga

email: adisadino@gmail.com

 

“….dispute and controversy are the life blood of international law (as of all law) without which international law would degenerate simply into an abstraction, unrelated to what is happening in the world..”

1.Latar belakang

Atom pertama kali ditemukan tahun 1911 oleh Ernest Rutherford di new Zealand. Penelitian ini bukanlah yang disengaja melainkan Rutherford sendiri terinspirasi oleh penelitian tentang radioaktif yang terlebih dahulu dilakukan oleh Henri Becquerel, Pierre dan Maria Curie.

Nuklir terdiri dari beberapa elemen atau bahan yang mengandung radioaktif. Bahan bahan tersebut ialah plutonium, uranium dan thorium. Uranium memiliki karakter yang hamper sama dengan thorium yaitu berasal dari alam yang berarti kesediannya terbatas ini yang mendasari Negara – Negara yang tidak memiliki cadangan uranium membeli melalui perdagangan pasar gelap. Sedangkan Indonesia sendiri memiliki cadangan uranium dan thorium yang berlimpah plutonium merupakan bahan yang diciptakan oleh manusia bukan berasal dari alam.

Dalam perkembangan nuklir dan senjata nuklir, aspek hukum khususnya hukum internasional memiliki peran atau role yang penting. Faktor faktor yang meyebabkan hal ini adalah nuklir memiliki sisi negative seperti penyalahgunaan sebagai senjata pemusnah massal dan pembuangan limbah radioaktif serta masih banyak lagi. Agar supaya nuklir dapat digunakan sesuai tujuannya ( right on the track) diperlukan instrumen – instrumen baik hukum internasional maupun hukum internasional untuk mengaturnya.

2. Rumusan Masalah

IAEA atau Badan Atom Dunia hanya memperbolehkan 5 negara di dunia yang boleh memiliki persenjataan pemusnah massal atau senjata nuklir hal ini didasari bahwa 5 negara tersebut merupakan pemenang perang dunia II, seharusnya          IAEA tidak boleh membeda – bedakan hal ini, Rezim non proliferation harus dilaksanakan secara konsisten akibatnya banyak Negara – Negara seperti Iran dan Korea Utara yang harus membangun senjata nuklir yang tidak sejalan dengan Rezim NPT. Rumusan masalah atau issue hukum yang timbul adalah bagaimana peran IAEA dalam mencegah perkembangan senjata pemusnah massal atau senjata nuklir ?

3. Analisis dan Pembahasan

Dalam hukum nuklir dikenal adanya, international norms against nuclear weapon yaitu Treaty, Agreement, Non proliferation nuclear weapon, Disarmament, Arms control. Tujuan daripada norma – norma ini adalah pencegahan terhadap penyebaran nuklir material maupun senjata nuklir.

Selain norma – norma yang telah disebutkan, perlu adanya pengruatan peran organisasi internasional yang bersifat regional seperti ASEAN dan Uni Eropa dalam melakukan pendekatan yang memiliki tujuan yang sama dengan NPT sangat diperlukan sebab pada tahap ini lah komitmen suatu Negara terhadap penggunaan senjata nuklir dapat dibatasi, seperti ASEAN yang terus konsisten pada treaty of the south east asia nuclear weapon freezone atau lebih dikenal dnegtan treaty of Bangkok yang diratifikasi oleh 10 negara pada tahun 1997.

Harus diakui bahwa dalam sistem pengamanan dan verifikasi (safeguard and verification) yang dilakukan oleh IAEA terdapat kelemahan (loop hole) yang dimanfaatkan oleh Negara – Negara. Pelajaran berharga yang diperoleh dari kepemilikan Iran dan Korea Utara pada senjata nuklir bahwa Rezim NPT saat ini dalam ambang kehancuran terlebih didukung fakta bahwa adanya program senjata nuklir yang di bangun di timur tengah, asia selatan dan beberapa tempat di dunia, serta adanya ancaman masyrakat global terhadap missuse dari nuklir akibatnya timbul ancaman nuclear terrorism

4. Saran dan Kesimpulan

Negara – Negara pemilik senjata nuklir harusnya merubah paradigm untuk terus memodernkan persenjataan nuklir akibatnya sejumlah Negara peserta NPT tidak mendukung tujuan traktat dan program non proliferation.

 

One thought on “Nuklir : Pedang Bermata Dua

  1. Skolastika Dwi Malta December 8, 2016 at 4:55 am

    Kajian nuklirnya boleh juga, agak lompat-lompat tapi masih bisa kupahamilah

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.